Sony Xperia T3 – Bikin Mata Tergila Multimedia

Sony Xperia T3 – Bikin Mata Tergila Multimedia

Ini tahun kerja keras buat Sony Mobile, khususnya Indonesia. Tanpa kehadiran Sony mustahil ada gairah Android, lantaran di papan atas hanya memunculkan satu nama. Dan, itu berbuah manis. Sebab, dunia mobile photography mengatarkan Sony sebagai produsen paling berkelas melahirkan teknologi foto bergerak. Maka, seri-seri high end-nya lalu jadi identik dengan multimedia. Tak terkecuali Sony Xperia T3, varian baru “T Family”. Dibandingkan dengan Xperia T2 Ultra yang muncul sebelumnya, T3 mengalami beberapa pemangkasan. Misalnya kamera tak lagi memakai 13 MP. Lalu, Layar dihemat tak lagi 6 inch diagonal.

Info : Berita Teknologi Terbaru

Tentu saja berpengaruh kepada dimensi postur yang menjadi lebih kecil. Lebih nyaman digenggam ketimbang T2 Ultra. Desain Kami bertaruh, Anda pasti susah membedakan jika melihat seri ini secara singkat. Maklum saja, karena mengambil template desain Sony yang cenderung simple, clean, dan looks square, dan nyaris tanpa lengkung (non-curve). Tapi cobalah untuk lebih detil memelototi setiap bagian. Apalagi setelah kini hanya setebal 7 mm. Ponsel-ponsel macam ini sudah pasti memilih desain unibody. Tanpa cover belakang, dan baterai unremovable.

Garis yang mengelilingi seluruh bagian samping memakai material metal glossy, dan efek thinny itu kian terasa, akibat kontrasnya dengan kelir bodi. Tombol kamera, kontrol volume dan power onoff (lockunlock layar) ditempatkan berbaris di kanan. Di baris itu juga tersedia dua slot (kartu microSIM dan microSD) yang memanfaatkan material meal sebagai cover-nya. Hanya port audio 3 mm dan microSD diletakkan masing-masing di bagian atas dan samping kiri. Dibandingkan T2 Ultra jauh lebih nyaman digenggam. Tak terasa bulky. Bedanya cukup signifikan, akibat pemangkasan yang mencapai 1 cm diagonal. Meski masih sedikit lebih besar ketimbang Z1 ataupun Z2, tetapi jauh lebih handy.

Kinerja

Kalau Anda sudah familiar dengan seri Xperia terbaru, pasti tak akan seperti menemukan mainan asing. Xperia T3 menggunakan KitKat, selain itu juga hadir dengan user interface Xperia. Anda bisa memilih opsi protek ponsel antara lain dengan PIN, pattern, password dan wajah. Xperia T3 membawa prosesor Cortex A-7 dengan konfigurasi empat inti dan kecepatan komputasi mencapai 1,4 GHz. Karena multimedia, maka peran prosesor grafis amat penting. Kali ini Adreno 305 yang sudah terbukti andal di T2 Ultra. Performa RAM dan prosesor grafis membuktikan nilai tinggi. AnTuTu Benchmark menunjukkan posisi setara dengan Samsung Galaxy Note 2, tetapi masih berada di bawah Samsung Galaxy S4.

Sementara uji dengan Quadrant Standard mendudukkan jauh di atas HTC One X. So, wajar jika untuk kebutuhan multimedia ia layak diandalkan, plus tak malu memainkan video atau game dengan tampilan 3D. Sony bahkan menyediakan sample video yang seolah ingin menyuguhkan fakta andalnya sisi video player. Tak cukup di situ, kami mengunduh game Ice Age Adventure buatan Gameloft. Game ini sarat dengan tampilan 3D mirip dengan film aslinya. Hasilnya, nyaman buat menemani meneruskan petualangan Sid menolong kawan-kawannya. Sayang memori yang tersedia hanya 8 GB. Persis dengan pendahulunya. Maka, mau tak mau, Anda sangat mengandalkan microSD yang maksimal dijejali file sampai 32 GB.